1. SPO Concept
Paling banyak kesalahan orang yang belajar bahasa Inggris adalah kalimatnya tidak lengkap konsisten dengan SPO Concept. Kalimat yang lengkap adalah kalimat yang mengandung Subject (S), Predicate (P). Subject harus kata benda. Predkat untuk kalimat nominal harus to be, sementara untuk kalimat verbal (kalimat yang menyatakan kegiatan subject) harus verb (kata kerja). Selain itu bisa juga ditambah dengan Complement (C ) dan Object (O), namun yang kedua ini adalah tidak mutlak.
S dan P dalam kalimat harus ada, namun sekaligus tidak boleh dobel. Para pemula banyak melakukan kesalahan dalam Predikat. Kalau tidak dobel ya hilang.
MY BOSS IS SHUT THE DOOR OF HIS CAR
Dalam kalimat tersebut ada is (to be) dan shut (verb) semua dapat berfungsi sebagai predikat. Jadi kalimat di atas adalah salah karena doble predikat. Yang benar harusnya
My boss shut the door of the car
Contoh lain.
HE IN THE CAR NOW
Kalimat di atas salah karena tidak ada predikat sama sekali. Seharusnya ada “is” setelah “he”.
Hati-hati menggunakan verb+ing dan verb III. Untuk menjadi predikat, ia harus ditemani to be. Kalau tidak kalimat menjadi tidak lengkap.
The student walking in to the class.
The temple built by the king of Mataram.
Kedua contoh kalimat di atas bukan kalimat yang benar. Kalimat itu akan benar jika diberi to be setelah subject.
Lebih jelas dalam artikel saya “Tip-tip menulis dan menerjemahkan“
2. Sindrom Preposisi
Kedua banyak kesalahan dalam menggunakan preposisi. Harus selalu diingat bahwa preposisi (apapun bentuknya) hanya bisa diikuti oleh kata benda atau kata kerja yang dibendakan yang dikenal sebagai `gerund”.
o Electrical injury may results from touching household wire.
Cedera karena listrik dapat disebabkan oleh menyentuh kabel peralatan rumah tangga.
o You can understand the lesson by listening the cassette more carefully.
Kamu dpat memahami pelajaran dengan mendengarkan kaset lebih cermat
o This instruction is about maintaining industrial machine.
Instruksinya adalah mengenai pemeliharaan mesin-mesin industri.
3. Sindrom kata bantu
Kesalahan ketiga yang paling banyak adalah penggunaan auxiliary. Semua verb/to be yang didahului oleh kata bantu selalu berbentuk kata kerja asli (verb/ to be of the forms I), kecuali kata kerja atau to be yang didahului oleh auxiliary verb: “have/has”, maka verb atau to be yang mengikutinya akan selalu berbentuk `past participle’ (bentuk III).
4. Penggunaan Tensis
Untuk menyusun kalimat dalam bahasa Inggris, asti harus memahami tensis. Kesalahan banyak terjadi dalam bidang ini.
5. Kesalahan pembangunan noun phrase (pemakaian adjective).